Informasi alat medis dan dunia kedokteran

Informasi alat medis dan dunia kedokteran

5 Langkah Pencegahan Kanker Serviks

5 Langkah Pencegahan Kanker Serviks

5 Langkah Pencegahan Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim – Pencegahan kanker serviks atau kanker leher kandungan dapat dilaksanakan dengan vaksin HPV, teratur pap smear, dan tes HPV, stop merokok, dan melakukan hubungan seks dengan aman. Kanker ini tersering disebabkan karena infeksi virus HPV karena sikap sex resiko tinggi.

Kanker serviks terdaftar sebagai salah satunya tipe kanker yang terbanyak serang wanita. Walau sebenarnya kanker ini bisa dihindari dengan cara-cara, seperti teratur menjalan pengecekan pap smear dan tes HPV, terima vaksin HPV, tidak merokok, dan tidak melakukan hubungan seksual beresiko.

WHO menulis minimal ada 570.000 pasien kanker serviks baru di tahun 2018. Secara global, kanker yang kerap dikatakan sebagai kanker leher kandungan ini diprediksi menulari 6,6% dari keseluruhan komunitas wanita di penjuru dunia. 

Komunitas yang umum menderita penyakit ini adalah wanita berumur 30 sampai 45 tahun. Banyak terdapat pilihan penangkalan kanker serviks yang dapat Anda aplikasikan, misalnya:

1. Pap smear

Tes ini dilaksanakan oleh dokter kandungan dengan ambil contoh jaringan pada serviks atau leher kandungan Anda. Contoh selanjutnya di cek di bawah mikroskop buat menyaksikan tidak ada atau adanya sel kanker atau sel prakanker.

Pap smear benar-benar dianjurkan untuk golongan udara yang berumur 21 sampai 65 tahun khususnya yang telah aktif secara seksual. Pengecekan ini seharusnya dilaksanakan 3 tahun sekali.

2. Tes HPV

Tes ini umumnya dilaksanakan bila hasil Pap smear Anda memperlihatkan ada sel kanker pada leher kandungan. Test ini benar-benar dianjurkan untuk Anda yang berumur di atas 30 tahun. 

Anda bisa juga melakukan gabungan tes HPV dengan Pap smear untuk memperkuat analisis berkenaan tidak ada atau adanya kanker serviks. Walau begitu, test HPV cuman mengonfirmasi kehadiran HPV, bukan analisis tentu kanker serviks.

3. Vaksin HPV

Vaksin ini dapat menahan perubahan virus HPV 16 dan HPV 18, sebagai pemicu kanker serviks. Walau kanker serviks umumnya menyerang wanita umur produktif, tetapi vaksin HPV bisa diberi semenjak umur 11 atau 12 tahun.

4. Hindari Merokok

Anda bisa kurangi resiko terserang kanker ini dengan tidak merokok. Orang perokok semakin lebih susah untuk singkirkan infeksi virus HPV dari badan. Ini bisa memicu berlangsungnya kanker.

5. Melakukan Hubungan Seksual dengan Aman

Tidak sedikit kasus kanker serviks yang terjadi terkait dengan infeksi virus HPV. Virus ini bisa menyebar lewat hubungan seks . Maka, pasangan Anda dianjurkan untuk memakai kondom saat melakukan hubungan seks supaya terbebas dari resiko penyebaran virus ini.

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan karena human papillomavirus (HPV). HPV adalah virus yang paling wajar beralih dari manusia ke manusia lain melalui hubungan seks.

Ada lebih dari 100 tipe virus HPV, tetapi umumnya pada mereka tidak beresiko. Minimal ada dua tipe HPV yang biasanya mengakibatkan kanker serviks pada wanita, yaitu HPV 16 dan HPV 18.

Lainnya HPV, beberapa faktor risiko berikut ini dipandang menjadi pemicu berlangsungnya kanker serviks mencakup:

Perilaku Seks Bebas

Berubah-ubah pasangan seksual atau berhubungan seksual semenjak umur dini dapat tingkatkan resiko berlangsungnya kanker serviks.

Merokok

Wanita perokok mempunyai resiko 2x semakin besar terserang kanker serviks dibandingkan wanita yang tidak merokok.

Sistem Imun yang Lemah

Orang yang beresiko terserang kanker serviks umumnya mempunyai penyakit yang terkait dengan mekanisme imun. Misalkan menderita HIV atau sempat jalani transplantasi organ yang mengakibatkan pasien harus minum obat imunosupresan yang tekan performa mekanisme imun.

Mengidap Penyakit Menular Seksual

Penyakit menyebar seksual bisa juga meninggikan peluang golongan darah untuk penderita kanker serviks. Misalnya, klamidia, gonorea, dan sifilis.

Mengalami Servisitis

Servisitis adalah infeksi pada serviks. Selainnya penyakit menyebar seksual, cedera pada leher kandungan, dan alat kontrasepsi (seperti diafragma atau cervical cap) dapat menjadi satu diantara pemicunya.Jika servisitis terus terjadi tanpa diobati secara benar, peluang pasien untuk alami kanker serviks akan bertambah.

Kebalikannya, kanker serviks bisa juga memicu berlangsungnya infeksi pada serviks ini.WHO menulis jika kanker serviks banyak terjadi di daerah dengan keadaan sosial dan ekonomi yang rendah.

Angka kematian karena kanker ini capai sampai 90%. Kebiasaan itu sebenarnya dapat didesak melalui pendekatan lengkap. Satu diantaranya dengan memberikan penerangan yang berisi beberapa langkah penangkalan.

 

Nah sahabat kedokteran, itu adalah 5 Langkah Pencegahan Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim.  Sebelum menderita, lebih baik kita cegah ya. Karena pepatah mengatakan, lebih baik mencegah dari pada menderita. Nah udah jelas kan?

Tetap stay healthy dan stay safe ya!