Informasi alat medis dan dunia kedokteran

Informasi alat medis dan dunia kedokteran

5 Fakta Tentang Aborsi yang Penting untuk Anda Ketahui

5 Fakta Tentang Aborsi yang Penting untuk Anda Ketahui

5 Fakta Tentang Aborsi yang Penting untuk Anda Ketahui – Abortus provokatus yang di Indonesia lebih dikenal dengan aborsi adalah perlakuan akhiri periode kehamilan saat sebelum waktunya. Hingga saat ini, aborsi masih memunculkan kontra dan pro.

Ada banyak negara yang melegalkan praktek aborsi dengan argumen apa saja, kebalikannya ada juga yang melarang aborsi sama sekalipun.

Di Indonesia, aborsi cuman dilegalkan dengan kesepakatan dokter berdasar argumen atau pemikiran klinis tertentu yang dapat mencelakakan keadaan kesehatan ibu atau ada permasalahan pada janin. Kenali bukti aborsi dalam artikel ini.

Fakta Mengenai Aborsi yang Penting untuk Anda Ketahui

Saat sebelum ketahui mengenai bukti aborsi, kenali dahulu sekitar aborsi di Indonesia. Di Indonesia, hukum aborsi ditata dalam UU Nomor 36 tahun 2009. Mengenai Kesehatan dan Ketentuan Pemerintahan Nomor 61 tahun 2014 mengenai Kesehatan Reproduksi. 

Dalam undang-undang itu dipastikan jika aborsi di Indonesia tidak dibolehkan. Dengan perkecualian karena genting klinis yang memberikan ancaman nyawa ibu maupun janin.

Perlakuan aborsi atas dasar genting klinis juga cuman bisa dilaksanakan sesudah mendapatkan kesepakatan dari ibu hamil dan pasangannya (pelaku) dan penyuplai service kesehatan bersertifikasi. Melalui konseling dan/atau diskusi pra-tindakan yang sudah dilakukan oleh konsultan yang kapabel dan berkuasa.

Walaupun  sudah jelas tertulis dalam undang-undang, pada kasus kasus lain dari aborsi banyak yang sudah dilakukan dengan menyengaja.  Di luar dari keadaan medis tertentu. Dikutip dari situs CNN berdasar data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2008, rerata nasional angka kematian ibu melahirkan (AKI) capai 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Dari jumlahnya itu, kematian karena aborsi terdaftar capai 30 %.

Saat itu, laporan 2013 dari Australian Consortium For In Country Indonesian Studies memberikan hasil riset di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia terjadi 43 % aborsi per 100 kelahiran hidup. Aborsi itu dilaksanakan oleh wanita di perkotaan sejumlah 78 % dan wanita di pedesaan sejumlah 40 %.

Umumnya wanita yang lakukan aborsi di wilayah perkotaan besar di Indonesia karena argumen kehamilan yang tidak diharapkan. Walau sebenarnya, dengan, argumen apa saja, kecuali argumen klinis, aborsi ialah satu hal yang tidak dianjurkan. Berikut ada banyak bukti berkenaan aborsi yang Anda kenali:

1. Aborsi Boleh atau Bisa Dilakukan Jika Bayi Tidak Berrkembang (Abortus Provokatus Medisinalis)

Fakta aborsi yang pertama ialah aborsi dapat dilaksanakan karena faktor klinis seperti berlangsungnya kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik). Ini juga harus berdasar referensi dokter lebih dulu saat sebelum melakukan proses aborsi.

2. Aborsi Dianggap Sebagai Tindakan Pembunuhan (Abortus Provokatus Kriminalis)

Setiap kehidupan baru diawali di saat pembuahan yang sukses dilaksanakan. Ini adalah bukti biologi yang tidak terpungkiri. Ini juga berlaku untuk hewan atau manusia.

Nah, biasanya aborsi yang sudah dilakukan secara ilegal di mana tidak berdasar keadaan klinis, akan dilaksanakan pada awal kehamilan, dimana pembuahan barusan terjadi.

Walau bagaimanapun, janin di perut Anda mulai berkembang. Perihal ini pula yang membuat aborsi otomatis disebutkan sebagai perlakuan pembunuhan.

3. Komplikasi Bisa Muncul Pada Wanita Yang Melakukan Aborsi

Saat atau sesudah lakukan aborsi akan terjadi kompleksitas. Kompleksitas muncul karena aborsi kurang bersih, pengatasannya tidak betul atau mungkin tidak sesuai proses.

Nah, perihal ini pula yang malah akan mencelakakan keselamatan ibu bahkan juga sang janin. Terutama bila bila perlakuan aborsi dilaksanakan tanpa prosedur yang betul, ini cuman akan tingkatkan resiko bayi lahir cacat serta kematian ibu.

4. Tindakan Aborsi Lebih Berbahaya Daripada Melahirkan

Pada beberapa bukti menyebutkan, angka kematian karena aborsi semakin tinggi dibanding angka kematian pada wanita yang melahirkan. Pada intinya, sama dengan melahirkan, aborsi bisa juga mengakibatkan kompleksitas. Tetapi, ini tergantung pada praktek aborsi yang sudah dilakukan. 

Hal paling beresiko adalah saat lakukan aborsi pada tempat praktik-praktik ilegal.  Yang diatasi oleh orang yang tidak mempunyai pengetahuan klinis  dan tidak disokong dengan perlengkapan yang sesuai standard bedah.

5. Aborsi Dilakukan Saat Usia Kandungan Tidak Lebih Dari 24 Minggu

Aborsi tidak dapat dilaksanakan semaunya kapan saja diharapkan wanita. Di sejumlah negara dokter dibolehkan lakukan aborsi di saat umur kandungan masih muda, pada trimester pertama dan ada yang membolehkannya sampai trimester ke-2 . 

Walaupun demikian, lakukan aborsi pada umur kandungan capai trimester ke-3 dilarang karena terkait dengan kehidupan janin dan ibu yang sedang memiliki kandungan.

Nah, sahabat kedokteran itu adalah informasi mengenai 5 Fakta Tentang Aborsi yang Penting untuk Anda Ketahui.  Semoga sahabat kedokteran belajar sesuatu dari informasi ini. Salam sukses!